Mojo-Club
this site the web

TEORI - TEORI DALAM KONSELING


TEORI-TEORI KONSELING

Kekurangan dan Kelebihan Teori-Teori Konseling

KONSELING “TRAIT & FACTOR”

Kekurangan
1.
Pandangannya terlalu menekankan kepada pengendalian konselor dan hasil yang dicapai pada diri klien lebih banyak tergantung kepada keunggulan konselor dalam mengarahkan dan membatasi konseli.
2.
Banyak meminimalkan atau mengabaikan aspek afektif konseli yang justru seharusnya menjadi kepedulian utama konselor.
3.
Pandangannya dikembangkan dalam situasi pendidikan dan kliennya di batasi terutama kepada siswa-siswa yang memiliki keragaman derajat kemantapan dan tanggung jawab sendiri.

Kelebihan
1.
Penekanannya yang di berikan pada diagnosis mengandung makna sebagai suatu perhatian masalah dan sumber, dan mengarah kepada upaya mengkreasikan teknik-teknik untuk mengatasinya.
2.
Penekanan kepada ospek kognetif merupakan upaya menseimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan aspek afektif atau emosionaL.

KONSELING “RASIONAL EMOTIVE”

Kekurangan
Terlalu banyak menggunakan dan mennggabungkan tenik sehingga praktisi mengalami kesulitan.

Kelebihan
Untuk mendorong individu yang mengalami gangguan, dan dapat pula digunakan untuk membantu orang atau klien dalam mengurangi kecemasan dan permusuhan serta membantu mewujudkan diri individu

KONSELING “BEHAVIORAL”

Kekurangan
1.
Konseling behavioral bersifat dingin, kurang menyentuh aspek pribadi, manipulatif dan mengabaikan hubungan antar pribadi.
2.
Konseling behavioral lebih berkonsentrasi kepada teknik.
3.
Konstruk belajar yang di kembangkan dan di gunakan oleh konselor behavior tidak cukup komprehensif untuk menjelaskan belajar dan harus dipandang hanya sebagai suatu hipotesis yang harus di tes.
4.
Perubahan klien hanya berupa gejala yang dapat berpindah kepada bentuk prilaku yang lain.

Kelebihan
Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya, dan interaksi ini menghasilkan pola-pola prilaku yang kemudian membentuk kepribadian, prilaku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya sehingga prilaku manusia yang dipelajari dapat diubah

KONSELING “PSIKOANALISA”

Kekurangan
1.
Pandangannya yang terlalu deterministic di nilai terlalu merendahkan martabat manusia.
2.
Terlalu banyak menekankan kepada pengalaman kanak-kanak, dan menganggap kehidupan seolah-olah sepenuhnya di tentukan masa lalu. Hal ini memberikan gambaran seolah-olah sepenuhnya tanggung jawab individu berkurang.
3.
Terlalu meminimalkan rasionalitas.

Kelebihan
1.
Konseling psikoanalisa merupakan penyembuhan yang lebih bersifat psikologis dengan cara-cara fisik.
2.
Adanya penyesuaian antara teori dan teknik.
3.
Teori kepribadian dan teknik terapi
4.
Model penggunaan wawancara sebagai alat terapi.

KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL

Kekuragan
1.
Terlalu banyak menekankan pada tilikan intelektual dalam upaya perubahan.
2.
Penekanan yang berlebihan pada pengalaman, nilai dan minat subyektif sebagai penentu prilaku.

Kelebihan
1.
Mengurangi intensitas perasaan rendah diri.
2.
Memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam persepsi.
3.
Konseling individual dapat membantu menetapkan tujuan hidup.
4.
Dapat mengembangkan kasih sayang.


KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL

KekurangaN
Terlalu meminimalkan pada masa lampau atau masa kanak-kanak.

Kelebihan
1.
Terminologi yang sangat sederhana dapat di pelajari dengan mudah diterapkan dengan segera pada prilaku yang kompleks.
2.
Untuk mendorong klien dalam hubungan di luar ruang untuk mengubah prilaku yang salah
3.
Prilaku klien “di sini dan sekarang” merupakan cara untuk membawa perbaikan klien.
4.
Penekanan pada masa kini dan lingkungan sosial.

KONSELING “CLIENT CENTERED”

Kekurangan
1.
Terlalu menekankan pada aspek afektif, emosional,, perasaan sebagai penentu prilaku, tetapi melupakan factor intelektif, kognitif, dan rasional.
2.
Penggunaan informasi untuk membantu klien, tidak sesuai dengan teori.
3.
Tujuan di tetapkan oleh klien, tetapi tujuan konseling kadanng-kadang di buat tergantung lokasi konselor.

Kelebihan
1.
Pemusatan pada klien dan bukan pada konselor dalam konseling.
2.
Identifikasi dan penekanan hubungan konseling sebagai wahana.
3.
Lebih menekankan pada sikap konselor dari pada teknik.
4.
Penekanan emosi, perasaan dan afektif dalam konseling.

KONSELING “GESTALT”

Kekurangan
Terminologi yang di gunakan cenderung “ideosincratic” kepada system.

Kelebihan
Dalam hal ini penekanan pada keseluruhan dan kesatuan prilaku. Berkaitan dengan ini, penggunaan pentingnya prilaku non verbal sebagai bagian integral sumber pengetahuan terhadap individu.


0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
 

Welcome To Mojo-Club

Blog generasi Mojo Yang berisi informasi, tips trik, download video serta info menarik lainnya. Jika ada pertanyaan seputar artikel dan iklan yang termuat dalam blog ini, silahkan anda mengirimkan email ke vrooy66@gmail.com